Promosi ahh….. ^^

UNGKAPAN HATI

 

INTRO : C      G        Am     Em      F         C          Dm    G

C                            G

Sejuk di dalam hatiku

Am                                              Em

Saat ku petik semua senar gitarku

F

Seperti nada – nada jiwaku

Pm        G

Isyarat hatiku

C                     G              Am                                           Em

Menetes air mataku saat aku nyanyikan semua laguku

F                                        C       Dm          G

Hanya gitar ini temani aku saat aku sendiri

Em                         Am      Em            Am

Tak kan pernah hilang di dalam hatiku

F                                  G

Akan abadi selamanya

C                                                          Em

Nada – nada cinta ini yang tak terukir olehnya

F                                                          G

Seperti alunan cinta di dalam hatiku

C                                                                      Em

Begitu indah ku dengar saat ku petik senarnya

F                                  G

Seperti nyanyian bunda

 

Reff:

C                                  G

Hanya dengannya aku bisa

Am                                             Em

Mengungkapkan semua isi hatiku

F                                  G

Meluapkan semua perasaanku

Dm            G

Dan sakit hatiku

 

Ada yg tau nggak di atas itu lagunya siapa,?? Kita hitung sampai 3 yaa….1..2…3…teettt.!!! Waktu habis, gimana dah tau itu lagunya siapa??? Belum? Wah,,payah nie sobat-sobat semua…hahahaha

Kalo gitu kami kasih tau dech,,lagu di atas adalah lagu ciptaan salah satu sobat kita yg bernama Dani Ari dari kelas X TKB 1, bagus kan..? hehehe 😀

Nah,,jadi bagi temen-temen smua yg pgen nuangin ekspresi atau kreatifitasnya, disini adalah tempat yg paling cocok bwat itu,……So Langsung Aja Kirim Hasil Kreatifitas Kalian Pada Redaksi, Biar Cepet Dipublikasikan………..

Tetes Darah Terakhir

Sengsara beratus-ratus tahun lamanya
Ribuan jiwa mati di tangan penjajah
Ditembak mati
Digantung dan dianiaya
Sungguh kejam

Bambu runcing adalah senjata kami
Merdeka atau mati adalah semboyan kami
Kami tak gentar hadapi mereka
Yang bergeranat dan bersenapan
Merdeka,merdeka,dan merdeka
Itulah impian kami

Tapi semuanya kini terbayar sudah
Negeri kami telah merdeka
Merah putih berkibar dengan gagah
Berani dan suci itulah negeri kami

Kan ku jaga negeri ini
Meneruskan perjuangan pahlawan
Mengobarkan semangat perjuangan
Kan kupersembahkan
Tetes darah terakhir ini untukmu
Indonesia ku

Nita Novitasari (XI TKJ 2)

MALAM PENUH RAHMAT

Bulan dan malam yang hening

Sehening keteguhan hati

Sekuat keistiqomahan siswa

Semurni kasih sayang

Malam yang penuh berkah

Malam yang banyak pahala

Malam penantian dan pengharapan

Malam dimana malaikat turun

Wahai manusia . . .

Berlomba-lombalah kalian

Jangan sia-siakan hidupmu

Jangan buat penyesalan

Wahai kawan . . .

Tingkatkanlah imanmu

Gapailah ridho Allah

Raihlah malam kemuliaan

Susa S. (TeKo Jaua)

Sahabat

Dulu kita selalu bersama

Lalui hari yang penuh tantangan

Saling berbagi rasa di hati

Susah dan senang kita rasakan

Tapi waktu mengubah segalanya

Kini kita terpisah jauh

Bagaikan langit dan bumi

Kau dan aku menempuh jalan berbeda

Pikiran pun tak lagi sejalan

Sahabat…

Mengapa kau biarkan aku seperti ini

Sendiri dalam kesepian

Sendiri dalam kesunyian

Sendiri menghadapi kebimbangan

Apa salah diriku ini

Hingga kau tinggalkan ku

Menghapus arti sebuah persahabatan

Melupakan semua kenangan

Maaf atas semua salah dan khilaf ku

Maafkan sikapku yang telah menyakitimu

Dan maaf bila ku tak bisa menciptakan kebahagiaan bagimu

Terima kasih sahabat,

Kau telah memberikan sedikit waktu untukku

Untuk merasakan arti persahabatan

Ku harap waktu mengubah segalanya

Dan membawa kita menjadi sahabat sejati

(Rhiea – TeKoJaua)